Kian Populer dalam Investasi, Apa Itu Robot Trading?

 

Robot Trading – Istilah robot trading semakin terkenal akhir-akhir ini. Terkini, Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memblok 249 domain website substansi di bagian perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang tidak mempunyai hal pemberian izin, sebagian besar substansi berlagak robot trading.

Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan domain website tidak berijin yang dikunci itu pada umumnya terdiri dari duplikasi website pialang berjangka yang mempunyai hal pemberian izin dari Bappebti, website introducing broker dari pialang berjangka luar negeri, sampai penawaran paket investasi forex berlagak pemasaran robot trading.

Istilah robot trading sendiri terakhir semakin terkenal bersamaan berkembangkan investasi kripto. Kepandaian bikinan (artificial intelligence/AI) yang dipakai dalam program investasi kripto sekarang mulai disukai beberapa investor.

Nah apa sich robot trading itu? Berikut lima kenyataannya.

1. Istilah robot trading

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menerangkan jika robot trading ialah sebuah aktivitas perdagangan investasi automatis. Mekanismenya sudah diprogram khusus dengan memakai algoritme dan beberapa indikator analisis teknikal untuk memberi signal trading, kapan harus buy dan kapan sell.

Nantinya, perusahaan penyuplai akan memperoleh keuntungan dari beberapa mekanisme, seperti dari pemasaran atau persewaan robotnya.

2. Perbedaan dengan manual trading

Sutopo menjelaskan, robot trading dapat bekerja 24 jam tiap hari secara automatis. Disamping itu tidak ada emosi dalam trading.

“Tidak perlu kekuatan analisis yang tinggi. Tinggal turuti robot yang telah diatur-kan, untuk yang bukan trader,” katanya.

3. Bakal diatur oleh Bappebti

Rencananya, robot trading akan ditata oleh Bappebti. Ini satu diantaranya karena banyak investasi bodong, terhitung modus penawaran paket investasi forex menggunakan samaran pemasaran robot trading. Beberapa paket investasi ini diperjualbelikan dengan memakai mekanisme anggota get anggota.

Selama pengawasan pada Agustus 2021 lalu, Bappebti masih mendapati penawaran, iklan, dan iklan investasi PBK yang memakai robot trading atau ahli advisor (EA) dengan mekanisme anggota get anggota.

“Memang di Indonesia sendiri sekarang ini tidak ada ketentuan terang masalah robot trading. Tetapi beritanya dari faksi regulator dalam masalah ini Bappebti akan selekasnya keluarkan ketentuan dan pemantauan pada robot trading, dan menurut saya ini hal yang sangatlah baik bila dapat ditata,” tutur Sutopo.

4. Robot trading bisa buat untung

Menurut Sutopo, robot trading sebagai pengembangan baru yang positif. “Pemakaian real robot pada program, membuat dana yang diperjualbelikan berada di akun kita sendiri dengan memakai exchange-exchange besar dan likuid.”

Selain itu resiko trading di SPOT kripto itu menurut dia condong lebih kecil yakni saat pasar jatuh atau harga turun tajam.

“Kalau real robot, tidak janjikan final penghasilan atau ROI. Selanjutnya robotnya dapat dipakai di sejumlah exchange atau broker yang besar dan dianggap, bukan exchange atau broker yang tidak terang,” kata Sutopo.

5. Waspada fake robot

Meski dapat membuat untung, Sutopo mewanti-wanti investor supaya siaga pada fake robot yang berada di program kripto.

“Sekarang ini lebih banyak banyak muncul robot-robot trading yang tidak terang dengan broker yang tidak terang juga hingga ini benar-benar mencemaskan bisa terjadi hal yang bikin rugi warga yang akan datang,”