Ketahui Bagaimana Mendeteksi Broker Forex Abal-Abal

Gejolak perdagangan foreign exchange atau forex tentu sangat fluktuatif. Risiko besar adalah hal yang harus siap dihadapi investor.

Perdagangan valuta asing bukan untuk ladang investasi uang apabila pemiliknya tidak mau mengambil risiko.  Tetapi, bukan berarti trader harus patah semangat.  Banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke bentuk investasi yang sangat menarik ini.

  1. Waspadai Potensi Penipuan

Teknologi memudahkan kegiatan apapun, termasuk melakukan penipuan. Para komisaris perusahaan trading di dunia telah mencatat kenaikan tajam dalam hal penipuan perdagangan valas dalam beberapa tahun terakhir.

Satu hal yang perlu diperhatikan untuk tanda-tanda promosi trading valas abal-abal adalah dengan meyakinkan calon investor bahwa mereka tidak akan mengalami kerugian.

1. Sok Akrab dengan Calon Investor

Jika Anda sering membuka situs forex, maka nantinya Anda akan mendapatkan link tentang forex di media sosial, ataupun di iklan Google. Hal ini wajar.

Namun, apabila ada seseorang yang melakukan kontak, baik lewat email atau bahkan SMS, lebih baik Anda abaikan saja.  Broker valas yang memiliki reputasi baik tidak akan menghubungi calon investor dengan cara-cara seperti ini.

2. Taktik Persuasi

Calon investor akan mendapat persuasi dimana mereka dapat menggantungkan prospek kekayaan serta memikat investor dengan sesuatu yang diinginkan, namun tidak mungkin terjadi. Misalnya:  mata uang ini terjamin dapat memiliki nilai dua kali lipat dari investasi Anda saat ini.

3. Mengklaim Sebuah Perusahaan

Broker yang tidak terpercaya akan membangun kredibilitas dengan mengklaim sebagai bagian dari perusahaan dengan kredensial khusus. Misalnya: saya sudah menjadi senior manajer selama satu dekade di perusahaan ini, jadi saya tidak mungkin menipu.

4. Membandingkan Anda dengan Investor Raksasa

Mereka akan memberi contoh salah satu investor raksasa yang juga dulu sama ‘hijau’nya dengan Anda, dimana si investor ini langsung berinvestasi besar.

5. Menawarkan Komisinya untuk Anda

Broker dari perusahaan yang kurang bereputasi baik akan menawarkan separuh komisinya dengan catatan Anda harus bergabung saat ini juga.

6. Penawaran Palsu dengan Stok Terbatas

“Kalau saya jadi Anda, saya tidak akan menolak tawaran forex yang tinggal sedikit ini, apalagi di Asia potensi meraih profit sangat besar” kurang lebih itu yang akan mereka katakan.

7. Meminta Anda segera Transfer

Poin ini sangat berbahaya dan biasanya dilakukan apabila calon investor sudah membuka diri.  Pada awal penawaran mereka pasti mengatakan bahwa bisnis valas ini tidak akan merugikan siapapun.  Investor harus meminta segala informasi yang penting dalam bentuk tertulis, sehingga dapat dijadikan bukti.

8. lamat dan Profil Tidak Jelas

Banyak kasus dimana broker valas dan perusahaannya tidak dapat dengan mudah dideteksi. Baik di Google maupun di media sosial.

Disinilah peran aktif calon investor untuk terus melakukan perbandingan sehingga tidak salah pilih.  Buatlah perbandingan dan bergabunglah di komunitas trader yang terpercaya.

9. Jangan Terbujuk Rayuan Menjaminkan Aset Besar

Trading valas tidak dilakukan dengan menjaminkan aset seperti rumah atau uang dalam jumlah yang terlalu fantastis. Hal ini dapat dilakukan apabila investor sudah punya banyak cadangan uang dan sudah siap dengan risiko fluktuasi valas.

Jika Anda berkunjung ke situs resmi ICDX, Anda akan menemukan informasi yang sangat jelas dan dapat dipercaya. Bahkan, Anda juga dapat mencoba kelas training sehingga Anda mempelajari forex mulai dasar, hingga akhirnya Anda dapat mencoba investasi awal dengan jumlah kecil terlebih dahulu.