Berikut Syarat dan Rukun Khutbah Jumat Yang Harus Dipahami

 

Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun yang harus dijalani sebagai syarat sah diterimanya sholat Jumat. Khutbah sendiri ditujukan untuk mengajak orang agar bertaqwa kepada Allah SWT, mengingatkan agar menjauhi larangan, dan mendoakan orang-orang mukmin. Kali ini kami akan mengulas khutbah dengan tema syarat dan rukun khutbah Jumat yang harus dipahami, sebab khutbah Jumat memiliki syarat yang harus dilakukan agar sholat Jumat diterima oleh Allah SWT. Nah bagi kalian yang penasaran seperti apa ulasannya, simak sebagai berikut.

Rukun dua khutbah Jumat

1. Mengucap Puji-pujian Kepada Allah SWT

Terdapat beberapa rukun yang harus dilakukan terkait dengan rukun dua khutbah jumat yaitu melantunkan puji-puian kepada Allah SWT. Hal tersebut dilakukan pula oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh muslim. Maka dari itu khutbah Jumat haruslah diawali dengan puji-pujian kepada Allah SWT sebab, Rasulullah SAW saja melakukan hal tersebut.

2. Bershalawat kepada Rasulullah SAW

Rukun khutbah Jumat selanjutnya adalah bershalawat kepada Rasulullah SAW. Hal itu dikarenakan nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah SWT maka dari itu setelah memuji-muji Nya maka, kita patutnya memuji pula kekasih-Nya. Namun hal tersebut ditentang oleh sebagian ulama, dimana mereka menganggap bershalawat kepada nabi Muhammad SAW dimana bersholawat berarti bukan termasuk rukun khutbah. Namun tak ada salahnya jika kalian mengikut ulama lain untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW ketika khutbah Jumat.

3. Mengucap Syahadat

Rukun khutbah selanjutnya yang harus dipahami adalah mengucap syahadat dimana syahadat memiliki makna “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan-Nya.”

Dalam hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda :

“Tiap-tiap khutbah yang tidak ada tasyahhud (syahadat) padanya, maka khutbah itu seperti tangan yang terpotong”

Maka dari itu setiap khutbah Jumat dimulai khotib tentu akan membaca syahadat sebab jika tidak, maka khutbah Jumat tidak sah.

4. Berwasiat atau Memberi Nasihat

Berwasiat atau memberikan nasihat juga merupakan rukun khutbah Jumat yang wajib dilakukan. Dengan memberikan wasiat takwa dan menjelaskan hal apa saja yang diperlukan oleh jamaah dengan disesuaikan oleh kondisi tempat dan waktu, baik untuk urusan agama ataupun urusan dunia terkait dengan hukum halal, haram dan makruh. Dalam berwasiat memang tidak dikhususkan harus membahas tentang apa namun kita harus menyesuaikan terkait apa yang dibutuhkan oleh jamaah.

5. Membaca ayat-ayat Al-Qur’an

Membaca ayat Al-Qur’an merupakan salah satu syarat sahnya khutbah jumat sebab, membaca ayat Al-Qur’an adalah bagian dair rukun khutbah. Kita diwajibkan untuk membacakan ayat dalam Al-Qur’an meski tidak dikhususkan harus membaca ayat apa namun, kita harus menyesuaikan dengan topic pembahasan.

Terdapat hadist yang menyebutkan bahwa :

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa dan Utsman bin Abi Syaibah sedangkan ma’na haditsnya dari Abu Al Ahwash telah menceritaka kepada kami simak dari Jabir bin Samurah dia berikata ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa menyampaukan dua kali khutbah, beliau duduk di antara dua khutbah tersebut, beliau membaca Al-Qur’an dan memberi peringatan kepada orang-orang.”

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah dia berkata ; saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam khutbah dengan berdiri kemudian duduk, beliau tidak mengatakan separah katapun “kemudian dia melanjutkan hadits tersebur.” (HR Muslim)

Nah itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan seputar syarat dan rukun khutbah yang harus dipahami. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.