4 Desa Wisata Di Mandalika yang Wajib Dikunjungi

Wisata Indonesia memiliki segudang daya tarik yang tak akan habis jika dikunjungi satu per satu. Mandalika, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, menjadi salah satu permata yang baru saja dipoles oleh pemerintah untuk menarik mata dunia. Wisata Mandalika tak hanya mengandalkan alamnya yang sangat indah, namun juga keramahan masyarakat dan adat yang sangat otentik.

Wisata budaya di Mandalika sendiri menonjolkan adat suku Sasak, yang merupakan masyarakat asli pulau Lombok secara umum. Jika Anda merupakan penikmat wisata budaya, dijamin Anda akan sangat menikmati kunjungan ke beberapa lokasi di area ini. Tidak hanya akan memberikan pengetahuan baru, namun juga pengalaman berharga untuk merasakan menjadi bagian dari suku Sasak.

Berikut beberapa lokasi yang bisa Anda kunjungi untuk menikmati wisata budaya khas Mandalika, Lombok.

Menjadi Bagian Masyarakat Dusun Sade, Mandalika

Mungkin Anda juga sudah pernah mendengar nama dusun ini, karena di dunia internasional Dusun Sade sudah cukup terkenal. Jika pada tempat-tempat lain Anda bisa menikmati objek secara fisik, atau pemandangan desa yang asri, di sini Anda akan berkesempatan menjadi bagian dari suku Sasak dan menjalani keseharian sebagai warga desa tersebut.

Dengan populasi 150-an kepala keluarga, dusun ini dihuni oleh masyarakat yang masih memiliki hubungan saudara satu sama lainnya. Salah satu kegiatan yang paling diunggulkan adalah menyaksikan dan terlibat dalam proses pembuatan kain tenun ikat khas Lombok tanpa menggunakan mesin. Semua dikerjakan secara manual dengan alat yang dibuat sendiri dan tangan terampil.

Tentu, kunjungan ke Dusun Sade akan jadi pengalaman yang tak terlupakan.

Desa Sukarara, Belajar Menenun untuk Kaum Hawa

Selain di Dusun Sade, Anda juga dapat menikmati keindahan Desa Sukarara. Menjadi destinasi wisata yang diunggulkan di Mandalika, desa ini terkenal luas dengan oleh-oleh khasnya yang berupa kain tenun. Untuk pengunjung wanita sendiri, nantinya Anda ‘diharuskan’ untuk belajar menenun, atau nyesek.

Hal ini diberlakukan karena masyarakat Desa Sukarara memiliki adat dimana seorang wanita yang akan menikah harus bisa menenun terlebih dahulu. Meski tak jelas kapan kemunculan adat ini, namun hingga saat ini masih berlaku dan dipegang erat.

Selesai belajar menenun, saatnya Anda bisa membawa pulang kain tenun yang dijual oleh masyarakat Desa Sukarara. Kain tenun produksi Desa Sukarara juga merupakan kain yang digunakan untuk upacara adat Oesat Besar, sehingga memiliki nilai budaya yang sangat kental.

Mengenal Rumah Adat Bale Tani

Untuk mengenal dan melihat secara langsung bagian dari budaya suku Sasak, Anda bisa mampir ke Desa Ende. Desa ini memiliki sedikitnya 30 rumah adat yang bisa Anda kunjungi, dan pelajari struktur serta bentuknya.

Secara umum, rumah adat suku Sasak memiliki dua ruangan. Pertama adalah ruangan yang menyatu dengan dapur, dan dikhususkan untuk anggota keluarga wanita, sedangkan ruangan lain merupakan ruangan khusus anggota keluarga pria.

Struktur Bale Tani juga unik, yakni dengan atap menggunakan bahan rumbia, dan lantai yang dibuat dengan campuran tanah dan kotoran sapi atau kerbau. Ya, Anda tidak salah baca, desa wisata di Mandalika ini menggunakan campuran tanah dan kotoran ternak sebagai lantai rumahnya. Secara berkala, lantai ini dilapisi kembali dengan kotoran ternak agar tidak berdebu ketika kemarau tiba.

Kampung Ende terletak di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Mampir Ke Desa Tetebatu sebelum Ke Rinjani

Karena desa ini berada di rute ketika Anda menuju ke gunung Rinjani, tak ada salahnya untuk mampir sejenak untuk menikmati keindahan budaya yang dimilikinya. Sedikit  berbeda dengan tiga desa sebelumnya yang menawarkan objek berupa rumah adat atau pengalaman menenun, Desa Tetebatu menawarkan keindahan alam berupa sawah serta udara yang bersih.

Tentu, desa ini dikelola dengan baik oleh masyarakat yang masih memegang adat, sehingga keasriannya senantiasa terjaga. Jika berkunjung ke Mandalika, desa ini tidak boleh terlewat. Selain karena indah dan dihuni oleh masyarakat yang ramah, Anda tentu tak ingin melewatkan udara segar khas dataran tinggi yang dimilikinya.

Desa Tetebatu juga memiliki Air Terjun Ulem-Ulem yang bisa dicapai dengan sedikit usaha tracking. Air terjun ini cocok untuk bersantai, melepas penat, dan sekedar menikmati keasrian alam.

Mandalika memang tak pernah habis dalam menawarkan keindahan alam dan adatnya. Untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai informasi seputar wisata dan keindahan Mandalika, Anda bisa melihatnya di Indonesia Travel secara langsung dengan mengklik tautan tersebut. Segera rencanakan kunjungan Anda ke Mandalika, dan selamat bersenang-senang!